Jumat, 27 Juli 2012

makalah laporan keuangan perusahaan




KATA PENGANTAR

Assalamualaikum  Wr.Wb
Segala puji bagi Allah yang masih memberikan kesehatan dan kesempatannya kepada kita semua, terutama kepada penulis. Sehingga penulis dapat menyelesaikan masalah ini.
Berikut ini, penulis persembahkan sebuah makalah (karya tulis) yang berjudul “LAPORAN KEUANGAN PT.JASA UTAMA CAPITAL”. Penulis mengharapkan makalah ini dapat bermanfaat bagi pembaca semua, terutama bagi penulis sendiri.
Kepada pembaca yang budiman, jika terdapat kekurangan atau kekeliruan dalam makalah ini, penulis mohon maaf, karena penulis sendiri dalam tahap belajar. Dengan demikian, tak lupa penulis ucapkan terimakasih, kepada para pembaca.

Semoga Allah memberkahi makalah ini sehingga benar-benar bermanfaat.

Wassalamualaikum Wr.Wb

                                                                       







                                                                                                Kuningan, Desember 2011



                                                                                                Penulis
DAFTAR ISI


HALAMAN JUDUL


KATA PENGANTAR


DAFTAR ISI


ISI                   : PENDAHULUAN


                           PROFIL PT.JASA UTAMA CAPITAL


                           LAPORAN KEUANGAN


                           KEBIJAKANAKUNTANSI



PENUTUP




DAFTAR PUSTAKA


PENDAHULUAN



Informasi akuntansi keuangan menunjukkan kondisi keuangan dan hasil usaha suatu perusahaan yg digunakan oleh para pemakai sesuai dgn kepentingan masing-masing.

Laporan keuangan yg sebenar merupakan produk akhir dari proses atau kegiatan akuntansi dalam satu kesatuan. Proses akuntansi dimulai dari pengumpulan bukti-bukti transaksi yg terjadi sampai pada penyusunan laporan keuangan. Proses akuntansi tersebut harus dilaksanakan menurut cara tertentu yg lazim dan berterima umum serta sesuai dgn standar akuntansi keuangan.

Tujuan laporan keuangan utk tujuan umum adl menyediakan informasi yg menyangkut posisi keuangan suatu perusahaan yg bermanfaat bagi sejumlah besar pemakai dalam pengambilan keputusan ekonomi serta menunjukkan kinerja yg telah dilakukan manajemen (stewardship) atau pertanggungjawaban manajemen atas penggunaan sumber-sumber daya yg dipercayakan kepadanya.
























PT.JASA UTAMA CAPITAL

P.T. Jasa Utama Capital (d/h P.T. Kapitalindo Utama) [“Perusahaan”} didirikan berdasarkan akta No. 189 tanggal 7 September 1989 dari Misahardi Wilamarta, S.H., notaris di Jakarta. AktaMpendirian tersebut telah mendapat pengesahan dari Menteri Kehakiman Republik Indonesia dalam Surat Keputusannya No. C2-9201.HT.01.TH.89 tanggal 28 September 1989 dan diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 100 tanggal 15 Desember 1989, Tambahan No. 3584. Anggaran dasar Perusahaan telah mengalami perubahan, terakhir dengan akta No. 49 tanggal 23 Desember 2010 dari Rosida Rajagukguk Siregar, S.H., Mkn, notaris di Tangerang, mengenai perubahan pengurus Perusahaan. Perubahan tersebut telah diterima dan dicatat oleh Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat No. AHU-AH.01.10- 04984 tanggal 17 Pebruari 2011.

Perusahaan berdomisili di Jakarta dengan kantor beralamat di Menara Thamrin Lantai 2 Suite 203, Jl. M.H. Thamrin Kav. 3, Jakarta. Sesuai dengan pasal 3 anggaran dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan Perusahaan adalah perantara pedagang efek. Perusahaan mulai beroperasi secara komersial tahun 1992. Perusahaan memperoleh izin usaha sebagai perantara pedagang efek dari Ketua Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam) dalam Surat Keputusannya No. Kep-23/PM/1992 tanggal 31 Januari 1992.

Pada tanggal 30 September 2011 dan 31 Desember 2010, Perusahaan mempunyai jumlah karyawan masing-masing sebanyak 36 dan 31 karyawan.

















P.T. JASA UTAMA CAPITAL
LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS
UNTUK PERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR 30 SEPTEMBER 2011 DAN 2010

MODAL DITEMPATKAN
(RP)
SALDO LABA

(RP)
JUMLAH EKUITAS

(RP)
Saldo per 31 Desember 2009
30,000,000,000
9,872,873,800
39,872,873,800
Laba bersih 1 Januari s/d 30 September 2010
-
251
251
Saldo per 30 September 2010
30,000,000,000
9,872,874,051
39,872,874,051
Dividen
-
(9,872,873,800)
(9,872,873,800)
Setoran modal
2 0,000,000,000
-
20,000,000,000
Laba bersih 1 Oktober s/d 31 Desember 2010 -
-
1,757,014,501
1,757,014,501
Saldo per 31 Desember 2010
50,000,000,000
1,757,014,752
51,757,014,752
Laba bersih 1 Januari/d 30 September 2011
-
8,250,684,386
8,250,684,386
Saldo per 30 September 2011
50,000,000,000
10,007,699,138
60,007,699,138

Penyajian Laporan Keuangan
Laporan keuangan disusun dengan menggunakan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan dan peraturan Bapepam dan LK serta prinsip dan praktek akuntansi yang berlaku umum di Indonesia. Laporan keuangan disusun berdasarkan nilai historis, kecuali beberapa akun tertentu disusun berdasarkan pengukuran lain sebagaimana diuraikan dalam kebijakan akuntansi masingmasing akun tersebut. Dasar penyusunan laporan keuangan, kecuali untuk laporan arus kas, adalah dasar akrual. Laporan arus kas disusun dengan menggunakan metode langsung dengan mengelompokkan arus kas dalam aktivitas operasi, investasi dan pendanaan. Mata uang pelaporan yang digunakan untuk penyusunan laporan keuangan adalah mata uang Rupiah (Rp).








Penerapan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan Baru
Efektif tanggal 1 Januari 2011, Perusahaan telah menerapkan beberapa standar akuntansi, dampak penerapan Standar dijelaskan dalam catatan 3a, sebagai berikut :
- PSAK 1 (revisi 2009), Penyajian Laporan Keuangan
- PSAK 2 (revisi 2009), Laporan Arus Kas
PSAK 2 revisi tidak berpengaruh terhadap kebijakan akuntansi Perusahaan sebelumnya.
- PSAK 3 (revisi 2010), Laporan Keuangan Interim
- PSAK 4 (revisi 2009), Laporan Keuangan Konsolidasi dan Laporan Keuangan Tersendiri
- PSAK 5 (revisi 2009), Segmen Operasi
PSAK 5 revisi tidak berpengaruh terhadap kebijakan akuntansi Perusahaan dan Anak Perusahaan tahun sebelumnya.
- PSAK 7 (revisi 2009), Pengungkapan Pihak-Pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa
- PSAK 7 revisi 2009 tidak berpengaruh terhadap kebijakan akuntansi Perusahaan tahun sebelumnya
- PSAK 8 (revisi 2010), Peristiwa Setelah Periode Pelaporan
- PSAK 8 revisi tidak berpengaruh terhadap kebijakan akuntansi Perusahaan sebelumnya
- PSAK 12 (revisi 2010), Bagian Partisipasi dalam Ventura Bersama
- PSAK 12 revisi tidak dapat diterapkan pada perusahaan saat ini, karena Perusahaan tidak memiliki partisipasi dalam ventura bersama
- PSAK 15 (revisi 2009), Investasi pada Entitas Asosiasi:
PSAK 15 revisi tidak dapat diterapkan pada perusahaan saat ini, karena Perusahaan tidak memiliki investasi pada entitas lain dimana Perusahaan memiliki pengaruh yang signifikan
- PSAK 19 (revisi 2010), Aset Tak Berwujud
PSAK 19 revisi tidak dapat diterapkan pada perusahaan saat ini, karena Perusahaan tidak memiliki aset tak berwujud
- PSAK 22 (revisi 2010) , Kombinasi Bisnis
PSAK 22 revisi tidak dapat diterapkan pada Perusahaan saat ini, karena Perusahaan tidak melakukan transaksi akuisisi
- PSAK 23 (revisi 2010), Pendapatan
PSAK 23 revisi tidak berpengaruh terhadap kebijakan akuntansi Perusahaan sebelumnya
- PSAK 25 (revisi 2009), Kebijakan Akuntansi, Perubahan Estimasi Akuntansi, dan Kesalahan
PSAK 25 revisi tidak berpengaruh terhadap kebijakan akuntansi Perusahaan sebelumnya
- PSAK 48 (revisi 2009), Penurunan Nilai Aset
PSAK 48 revisi tidak berpengaruh terhadap kebijakan akuntansi Perusahaan sebelumnya
- PSAK 57 (revisi 2009), Provisi, Liabilitas Kontinjensi, dan Aset Kontinjensi
PSAK 57 revisi tidak berpengaruh terhadap kebijakan akuntansi Perusahaan sebelumnya
- PSAK 58 (revisi 2009), Aset Tidak Lancar yang Dimiliki untuk Dijual dan Operasi yang Dihentikan
PSAK 58 revisi tidak berpengaruh terhadap kebijakan akuntansi Perusahaan sebelumnya




KEBIJAKAN AKUNTANSI (Lanjutan)

Transaksi dan Saldo Dalam Mata Uang Asing
Pembukuan Perusahaan diselenggarakan dalam mata uang Rupiah. Transaksi-transaksi selama tahun berjalan dalam mata uang asing dicatat dengan kurs yang berlaku pada saat  terjadinya transaksi.
Penyusunan laporan keuangan sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia mengharuskan manajemen membuat estimasi dan asumsi yang mempengaruhi jumlah aset dan kewajiban yang dilaporkan dan pengungkapan aset dan kewajiban kontinjensi pada tanggal laporan keuangan serta jumlah pendapatan dan beban selama periode pelaporan.

Aset Keuangan
Seluruh aset keuangan diakui dan dihentikan pengakuannya pada tanggal diperdagangkan dimana pembeli dan penjualan aset keuangan berdasarkan kontrak yang mensyaratkan penyerahan aset dalam kurun waktu yang ditetapkan oleh kebiasaan pasar yang berlaku, dan awalnya diukur sebesar nilai wajar ditambah biaya transaksi, kecuali untuk aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi, yang awalnya diukur sebesar nilai wajar.

Aset Keuangan (Lanjutan)
Penurunan nilai aset keuangan
Aset keuangan, selain aset keuangan FVTPL, dievaluasi terhadap indikator penurunan nilai pada setiap tanggal neraca. Aset keuangan diturunkan nilainya bila terdapat bukti objektif, sebagai akibat dari satu atau lebih peristiwa yang terjadi setelah pengakuan awal aset keuangan, dan peristiwa yang merugikan tersebut berdampak pada estimasi arus kas masa depan atas aset keuangan yang dapat diestimasi secara handal.

Kewajiban Keuangan dan Instrumen Ekuitas
Klasifikasi sebagai kewajiban atau ekuitas
Kewajiban keuangan dan instrumen ekuitas yang diterbitkan oleh Perusahaan diklasifikasi sesuai dengan substansi perjanjian kontraktual dan definisi kewajiban keuangan dan instrumen ekuitas.

Kas dan Setara Kas
Kas dan setara kas terdiri dari kas, bank dan semua investasi yang jatuh tempo dalam waktu tiga bulan atau kurang dari tanggal penempatannya dan yang tidak dijaminkan serta dibatasi penggunaannya.






Transaksi Efek
Transaksi pembelian dan penjualan efek baik untuk nasabah (transaksi perantara pedagang efek) maupun untuk sendiri diakui pada saat timbulnya transaksi efek tersebut. Pembelian efek untuk nasabah dicatat sebagai piutang nasabah dan hutang Lembaga Kliring dan Penjaminan (LKP), sedangkan penjualan efek dicatat sebagai piutang LKP dan hutang nasabah. Pembelian efek untuk  sendiri dicatat sebagai portofolio efek dan hutang, sedangkan penjualan efek dicatat sebagai piutang dan mengurangi jumlah tercatat portofolio efek serta mengakui keuntungan atau kerugian atas penjualan efek tersebut. Penerimaan dana dari nasabah dalam rangka pembelian efek, pembayaran dan penerimaan atas transaksi pembelian dan penjualan efek untuk nasabah dicatat sebagai rekening nasabah. Saldo dana pada rekening nasabah disajikan di neraca sebagai kewajiban sedangkan kekurangan dana pada rekening nasabah disajikan sebagai aset.

Biaya Dibayar Dimuka
Biaya dibayar dimuka diamortisasi selama manfaat masing-masing biaya dengan menggunakan metode garis lurus (straight-line method).

Penyertaan Saham
Keanggotaan Perusahaan di bursa, yang mewakili kepentingan kepemilikan di bursa dan memberikan hak pada Perusahaan untuk menjalankan usaha di bursa, dicatat sebesar biaya perolehan dikurangi akumulasi penurunan nilai. Jika terdapat indikasi penurunan nilai, nilai tercatat keanggotaan di bursa dievaluasi dan diturunkan langsung ke jumlah terpulihkan.

Transaksi Jual Efek dengan Janji Beli Kembali/Beli Efek dengan Janji Jual kembali
Transaksi jual efek dengan janji beli kembali (repo) dan transaksi beli efek dengan janji jual kembali (reverse repo) merupakan transaksi pembelian (penjualan) efek dengan jaminan efek tersebut.

Transaksi jual efek dengan janji beli kembali (repo) dan transaksi beli efek dengan janji jual kembali (reverse repo) diklasifikasikan sebagai aset keuangan yang diukur dengan biaya perolehan diamortisasi. Lihat catatan 2d untuk kebijakan akuntansi atas aset keuangan yang diukur dengan biaya perolehan diamortisasi.

Aset Tetap
Aset tetap yang dimiliki untuk digunakan dalam penyediaan jasa atau tujuan administratif dicatat berdasarkan biaya perolehan setelah dikurangi akumulasi penyusutan dan akumulasi kerugian penurunan nilai. Aset tetap dinyatakan berdasarkan biaya perolehan setelah dikurangi akumulasi penyusutan (‘model biaya’).

Penurunan Nilai Aset Non Keuangan
Bila nilai tercatat suatu aset melebihi taksiran jumlah yang dapat diperoleh kembali (estimated recoverable amount) maka nilai tersebut diturunkan ke jumlah yang dapat diperoleh kembali tersebut, yang ditentukan sebagai nilai tertinggi antara harga jual neto dan nilai pakai.

Pengakuan Pendapatan dan Beban
Pendapatan komisi pedagang perantara efek dan jasa lainnya diakui pada saat tanggal transaksi. Keuntungan (kerugian) dari transaksi aset keuangan, pada nilai wajar melalui laporan laba rugi meliputi keuntungan (kerugian) yang timbul dari penjualan aset keuangan dan keuntungan (kerugian) yang belum direalisasi akibat kenaikan (penurunan) nilai wajar aset keuangan. Beban diakui sesuai manfaatnya pada tahun yang bersangkutan (accrual basis).

Imbalan Pasca Kerja
Perusahaan memberikan imbalan pasca kerja imbalan pasti untuk karyawan tetap lokalnya sesuai dengan Undang-Undang Ketenagakerjaan No. 13/2003.

Pajak Penghasilan
Beban pajak kini ditentukan berdasarkan laba kena pajak dalam tahun yang bersangkutan yang dihitung berdasarkan tarif pajak yang berlaku.




























PENUTUP

A. KESIMPULAN
Dari isi makalah diatas dapat kita simpulkan bahwa Laporan keuangan dibuat untuk suatu tujuan sebagai berikut:
1. Untuk memberikan informasi keuangan yang dapat dipercaya mengenai sumber-sumber ekonomi dan kewajiban serta modal suatu perusahaan.
2. Untuk memberikan informasi yang dapat dipercaya mengenai perubahan dalam sumber ekonomi neto (sumber dikurangi kewajiban) suatu perusahaan yang timbul dari aktivitas perusahaan dalam rangka memperoleh laba.
3. Untuk memberikan informasi keuangan yang membantu para pemakai laporan di dalam mengestimasi potensi perusahaan dalam menghasilkan laba.
4. Untuk memberikan informasi penting lainnya mengenai perubahan dalam sumber-sumber ekonomi dan kewajiban seperti informasi mengenai aktivitas pembelanjaan dan penanaman
5. Untuk mengungkapkan sejauh mungkin informasi lain yang berhubungan dengan laporan keuangan yang relevan untuk kebutuhan pemakai laporan, seperti informasi mengenai kebijaksanaan akutansi yang dianut perusahaan.
B. SARAN

            Semoga dalam setiap pembuatan laporan selalu disertai penjelasan-penjelasan dari laporan tersebut, sehingga mudah di pahami oleh para penggunanya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

mohon komentarnya untuk mengembangkan blog ini. terima kasih