Jumat, 27 Juli 2012

tugas akuntansi laporan keuangan perusahaan


PT NUSADANA CAPITAL INDONESIA


KATA PENGATAR


Assalamualaikum Wr.Wb.
                 Puji syukur Saya panjatkan ke hadirat Allah SWT karena berkat Rahmat dan Karunia-Nya yang begitu besar, Saya dapat menyelesaikan makalah ini dengan harapan dapat bermanfaat dalam menambah ilmu dan wawasan kita.
                 Makalah ini dibuat dalam rangka memenuhi tugas mata kuliah Pengantar Akuntansi adapun tema makalah ini adalah “Laporan Keuangan Perusahaan”. Dalam membuat makalah ini,dengan keterbatasan ilmu pengetahuan yang Saya miliki,  Saya berusaha mencari sumber data dari berbagai sumber informasi,terutama dari media internet dan beberapa artikel dari media cetak. Kegiatan penyusunan makalah ini memberikan Saya tambahan ilmu pengetahuan yang dapat bermanfaat bagi kehidupan Saya ,dan semoga bagi para pengguna makalah ini.
                 Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang tidak dapat kami sebutkan namanya satu per satu, yang sangat membantu dalam pembuatan makalah ini.
                 Sebagai manusia biasa, Saya sadar bahwa dalam pembuatan makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu Saya berharap akan adanya masukan yang membangun sehingga makalah ini dapat bermanfaat baik bagi diri sendiri maupun pengguna makalah ini.
                 Akhirulkalam Saya mengucapkan semoga Allah SWT membimbing kita semua dalam naungan kasih dan sayang-Nya.
                 Wassalamualaikum Wr.Wb.



                                                                                               Kuningan,  Januari 2012




                                                                                                            Penulis

DAFTAR ISI
COVER    ...............................................................................     i

KATA PENGANTAR   .........................................................     ii

PENDAHULUAN   ...............................................................     1

PROFIL PT Nusadana Capital Indonesia  .............................     2

LAPORAN KEUANGAN ....................................................     3

IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI    .........................     4- 8


PENUTUP   ..........................................................................     9

DAFTAR PUSTAKA   .........................................................    10







PENDAHULUAN



A. LATAR BELAKANG MASALAH
            Seiring perkembangan zaman, ilmu pengetahuan tentang akuntansi juga semakin berkembang. Hal itu terlihat dari semakin banyaknya bidang-bidang kehidupan manusia yang tidak bisa dilepaskan dari akuntansi. Dari awalnya hanya ada proses bookeping, tertapi sekarang semakin kompleks menjadi sebuah ilmu pengetahuan.


B. RUMUSAN MASALAH
            Dari setiap pembuatan laporan keuangan, sering sekali muncul beberapa pertanyaan yang mencuat diantaranya :
1. bagaimana cara sebuah laporan keuangan itu dibuat?
2. faktor apa saja yang harus diperhatikan dalam pembuatan laporan keuangan?


C. TUJUAN
            Dengan kita mengetahui laporan keuangan sebuah perusahaan kita dapat mengetahui bagaimana cara pembuatan laporan keuangan yang baik dan benar sesuai dengan standart yang ditetapkan baik secara internasiaona maupun standar nasional. Kita juga mengetahui penjelasan dari akun-akun yang menyusun laporan nkeuangan tersebut, dan mengerti tujuan dari pembuatan laporan keuangan tersebut.








PT Nusadana Capital Indonesia

            PT Nusadana Capital Indonesia (d/h PT Dwipanca Rezeki - Perusahaan) didirikan tanggal 6 April 1990 berdasarkan akta notaris Didi Sudjadi SH No. 16. Akta pendirian tersebut disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. C2-2827.HT.01.01-TH’90 tanggal 19 Mei 1990 dan telah diumumkan dalam Berita Negara No. 1 tanggal 7 Februari 1992.
Anggaran dasar perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, diantaranya akta No. 2 yang dibuat oleh notaris Lenny Janis Ishak, SH, tanggal 9 Januari 2003, yang disahkan  oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dalam surat keputusan No. C-04454 HT.01.04.TH’2003 tanggal 04 Maret 2003, mengenai perubahan nama Perusahaan yang semula bernama PT. Nusadana Inti Investama menjadi PT.Nusadana Capital Indonesia, Akta No. 6 tanggal 14 Maret 2003 yang dibuat oleh notaris Lenny Janis Ishak, SH tentang perubahan susunan pemegang saham dan Direksi/Komisaris perusahaan, perubahan ini telah dicatatkan dalam Database Sisminbakum Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Departemen Kehakiman Dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. C-UM.02.01.9892 tanggal 11 Juni 2003, dan mendapat persetujuan dari Bapepam dengan surat persetujuan No. S-301/PM/2003 tanggal 17 Februari 2003. Selanjutnya adalah Akta       No. 12 tanggal 22 Desember 2004 yang dibuat oleh notaris Yulia, SH., mengenai peningkatan modal disetor perusahaan dari Rp 25.000.000.000,- menjadi Rp 50.000.000.000,-, dan telah mendapat persetujuan Bapepam dengan Surat Persetujuan No. S-3869/PM/2004 tanggal 27 Desember 2004.  Selanjutnya Akta Perubahan No. 6 tanggal 7 Februari 2005 dibuat oleh Yulia, SH, Notaris di Jakarta, tentang Perubahan Susunan Pengurus.  Perubahan ini telah dicatatkan dalam Database Sisminbakum Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Departemen Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. C-UM.02.01.3710 tanggal 18 Maret 2005, dan mendapat persetujuan dari Bapepam dengan surat persetujuan No. S-275/PM/2005 tanggal 4 Februari 2005. Terakhir Akta Perubahan No. 10 tanggal 14 Mei 2007 dibuat oleh Elliza Asmawel, SH Notaris di Jakarta, tentang Perubahan Susunan Pengurus. Perubahan ini telah dicatatkan dalam Database Sisminbakum Department Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. W7-HT.01.10-7510 tanggal 25 Mei 2007, dan mendapat persetujuan dari Bapepam dengan surat persetujuan No. S-1723/BL/2007 tanggal 17 April 2007.
Berdasarkan Akta No 126 yang dibuat oleh notaries Yulia SH, tanggal 28 Juli 2008, yang disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. AHU-45822.AH.01.02 Tahun 2008 dimana menyetujui penerbitan saham baru yang diambil bagian oleh OSK Investment Bank Berhard sehingga terjadi peningkatan modal disetor yg semula Rp 50.000.000.000,- menjadi Rp 102.041.000.000,-. Sedangkan pada tanggal 4 Agustus 2008 dengan No Akta 15 yang disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia  dengan No AHU-48482.AH.01.02 Tahun  2008 terjadi perubahan nama perusahaan yang semula bernama PT Nusadana Capital Indonesia menjadi PT OSK Nusadana Securities. Pada tanggal 5 September 2008 dengan Akta No. 18 yang disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dengan No AHU-59939.AH.01.02 Tahun 2008 yang disahkan oleh Notaris Yulia SH, terjadi perubahan nama perusahaan kembali yang semula bernama PT OSK Nusadana Securities menjadi PT OSK Nusadana Securities Indonesia. Anggaran dasar perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir berdasarkan Akta No. 33 tanggal 27 Januari 2009 yang dibuat dihadapan Notaris Yulia SH, mengenai penjualan dan pemindahan 2.000 saham milik PT Multidana Assetama kepada PT Ascend Unity Capital.
Berdasarkan Akta Notaris No. 17 tanggal 4 Juni 2009 tentang perubahan susunan anggota direksi dan komisaris perseroan.

      Sesuai dengan pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan yang terakhir, ruang lingkup kegiatan perusahaan adalah :
      a. Menjalankan usaha sebagai perusahaan pialang (broker)
      b. Menjalankan usaha sebagai pedagang efek.
      c. Menjalankan usaha sebagai Penjamin Emisi Efek (Underwriter/Sub Underwriter).

      Ijin usaha perusahaan yang diperoleh dari Badan Pengawas Pasar Modal adalah sebagai berikut :
      Aktivitas Usaha                             Tanggal Perijinan                             No. Surat Keputusan
      Broker                                           27 Januari 1992                                No.KEP 18/PM/1992
     Underwriter                                   30 Juli 1997     
     No.KEP/08/PM.PEE/1997
















PT. OSK NUSADANA SECURITIES INDONESIA
LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS
UNTUK PERIODE  YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 MARET 2011 DAN 2010











Modal
Agio
Deviden
Saldo
Jumlah

Saham
Saham
Saham
Laba (Rugi)
Ekuitas


Saldo per 31 Desember 2010
 102.041.000.000
    159.242.685.614
   4.508.000.000
   97.119.424.858
 362.911.110.472


Deviden Saham
                      -  
                         -  
                      -  


Laba (Rugi) Bersih Periode Berjalan
                        -
                           -

     7.810.567.644
     7.810.567.644



Saldo per 31 Maret 2011
 102.041.000.000
    159.242.685.614
   4.508.000.000
  104.929.992.502
 370.721.678.116



Saldo per 31 Desember 2009
 102.041.000.000
    159.242.685.614
   4.508.000.000
   67.216.068.243
 333.007.753.857


Deviden Saham
                      -  
                         -  
                      -  


Laba (Rugi) Bersih Periode Berjalan
                        -
                           -

     5.754.040.123
     5.754.040.123



Saldo per 31 Maret 2010
 102.041.000.000
    159.242.685.614
   4.508.000.000
   72.970.108.366
 338.761.793.980















     2.   IKHTISAR  KEBIJAKAN  AKUNTANSI

     a.   Dasar Penyusunan Laporan Keuangan

           Laporan keuangan Perusahaan disusun berdasarkan konsep harga perolehan.
            Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan Revisi 2009 yang berlaku Efektif Mulai Tanggal 1 Januari 2011:
• PSAK 1 Penyajian Laporan Keuangan
• PSAK 2 Penyajian Laporan Arus Kas
• PSAK 3 Laporan Keuangan Interim
• PSAK 4 Laporan Keuangan Konsolidasi dan Laporan Keuangan Tersendiri
• PSAK 5 Segmen Operasi
• PSAK 7 Pengungkapan Pihak – Pihak Berelasi
• PSAK 8 Peristiwa setelah Tanggal Neraca
• PSAK 12 Bagian Partisipasi Dalam Ventura Bersama
• PSAK 15 Investasi pada Entitas Asosiasi
• PSAK 19 Aktiva Tak berwujud
• PSAK 22 Kombinasi Bisnis
• PSAK 23 Pendapatan
• PSAK 25 Kebijakan Akuntansi,Perubahan Estimasi Akuntansi dan Kesalahan
• PSAK 48 Penurunan nilai Aset
• PSAK 57 Provisi, Liabilitas Kontinjensi dan Aset Kontijensi
• PSAK 58 Aset Tidak Lancar Yang Dimiliki Untuk Dijual dan operasi Yang Dihentikan

Manajemen perusahaan sedang mengevaluasi pengaruh substantive terhadap seluruh posisi dan kinerja keuangan perusahaan dengan pemberlakuan PSAK(revisi 2009) berkenaan dengan perubahan terhadap penyajian dan pengungkapan, serta penilaian dan pengukuran atas laporan keuangan sampai dengan akhir tahun 2011, serta pengaruh penyesuaian atas perubahan kebijakan akuntansi dan reklasifikasi atas akun – akun tertentu dalam laporan keuangan yang akan disajikan secara komparatif.





     b.   Setara Kas

     Deposito dengan jangka waktu kurang dari 3 bulan dari tanggal penempatan dicatat sebagai setara kas.

     c.   Portofolio Sendiri

     Portofolio sendiri merupakan saham yang tercatat di Bursa Efek di Indonesia yang dimiliki oleh Perusahaan untuk diperdagangkan. Berdasarkan PSAK No. 50 “Akuntansi Investasi Efek tertentu”, laba atau rugi yang belum direalisasi atas saham diakui sebagai penghasilan tahun berjalan.

     d.   Transaksi dengan pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa

      Perusahaan melakukan transaksi dengan beberapa perusahaan yang mempunyai hubungan istimewa sebagaimana didefinisikan dalam Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan No 7 tentang “Pengungkapan Pihak-Pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa”



     e.   Aktiva Tetap

      Aktiva tetap dinyatakan sebesar harga perolehan. Penyusutan dihitung dengan menggunakan metode garis lurus (straight Line method) berdasarkan taksiran masa manfaat ekonomis aktiva tetap sebagai berikut :
                                                                               Tahun
                 Bangunan                                                20
                 Kendaraan                                                 4
                 Furniture & Fixture                                   4                            
                 Peralatan dan perabotan Kantor               4

Biaya perbaikan dan pemeliharaan dibebankan pada laporan laba rugi pada saat terjadinya, pemugaran dan penambahan  dalam jumlah signifikan dikapitalisasi. Aktiva tetap yang sudah tidak digunakan  lagi atau yang dijual, harga perolehan serta  akumulasi  penyusutan  dikeluarkan dari kelompok aktiva tetap yang bersangkutan dan laba atau rugi yang terjadi dibukukan dalam laporan laba rugi tahun  yang bersangkutan.

      f.   Pengakuan Pendapatan dan Beban

      Penghasilan komisi yang berkaitan dengan transaksi perantara pedagang efek diakui pada saat transaksi terjadi. Imbalan jasa penasehat keuangan diakui pada saat jatuh tempo menurut perjanjian. Beban diakui pada saat terjadinya (metode akrual). Imbalan Jasa Underwriting diakui pada saat selesainya proses penjaminan emisi efek.

      g.   Taksiran Pajak Penghasilan

      Taksiran pajak penghasilan berdasarkan taksiran penghasilan kena pajak dalam periode yang bersangkutan. Perusahaan tidak melakukan penangguhan pajak (deferred income tax) atas perbedaan waktu pengakuan pendapatan dan beban antara laporan keuangan untuk tujuan komersial dan pajak.


3.   KAS DAN SETARA KAS

     Akun ini terdiri dari Kas dan Deposito Bank                                                                                                        
                                                                               
    

 4.   DEPOSITO BERJANGKA

Akun ini adalah merupakan Dana Agunan KPEI   yang dimiliki Perusahaan sebagai syarat keanggotaan dan dana tersebut ditempatkan di Bank CIMB Niaga dan diperhitungan dengan penambahan bunga dana kliring setiap bulan.
     
                                                                                                  




5.     EFEK BELI DENGAN JANJI JUAL KEMBALI

        Akun ini adalah merupakan Piutang Reverse Repo yang dimiliki Perusahaan.

6.   PORTOFOLIO

      Akun ini adalah merupakan saham-saham yang dimiliki Perusahaan dan dicatat dengan menggunakan metode harga pasar wajar pada tanggal pembukuan.



7.   PIUTANG USAHA

      Akun Piutang Usaha ini terdiri dari :
                                                                                
       Piutang LKP                                                                                                                              
      Piutang Nasabah                                                                                  
      Piutang Perusahaan Efek                                                                 
                                                                                                         

8.     PENYERTAAN DI BURSA EFEK

      Akun ini merupakan penyertaan dalam bentuk saham yang dicatat dengan metode harga perolehan dengan rincian sebagai berikut:
                                                                                       31 Maret 2011                 31 Maret 2010
                                                                                                                                                                                                             
                                                                                                Rp                                     Rp
        PT. Bursa Efek Jakarta                                                     60.000.000                     60.000.000
        PT. Bursa Efek Surabaya                                                 75.000.000                     75.000.000                                                                                                                                                                                              
        Jumlah                                                                            135.000.000                   135.000.000


9.    PIUTANG LAIN-LAIN

Piutang Lain-lain terdiri dari :Afiliasi, Karyawan, dan Lain-lain                                            
                                                                                 

10.    PAJAK DAN BIAYA DIBAYAR DIMUKA

         Akun ini merupakan pajak dan biaya-biaya dibayar dimuka, yang terdiri dari :

                                                                                       31 Maret 2011                 31 Maret 2010
                                                                                                                                                                                                             
                                                                                               Rp                                     Rp
         Sewa                                                                       2.896.334.533                  2.047.422.649
         PPn                                                                            344.333.358                     188.366.588
         PPh 23                                                                       118.793.532                        24.302.969
         PPh 25/29                                                               2.044.037.979                  1.090.735.113
         PPh Final                                                                   160.046.072                     495.015.100
           Piutang PPH                                                           2.154.487.428                  2.154.487.428 Asuransi                                                                       1.412.015.754                           878.139.039
         Lainnya                                                                    1.427.759.180                1.932.757.030
                                                                                                                                                                                                             
           Jumlah                                                           .      10.557.807.836                  8.811.225.916 


11.      INVESTASI

            Akun ini merupakan saldo investasi perusahaan per tanggal 31 Maret 2011.



12. AKTIVA TETAP

        Aktiva tetap dan akumulasi penyusutannya terdiri dari :
        Furniture & Fixture                                     
      Peralatan  dan Perlengkapan Kantor                                                  
        Renovasi Kantor                                         
       Kendaraan                                         
       Aktiva Tetap tak Berwujud        
       Aktiva Tetap Tak Berwujud (Software)                 
                                                                                 
13.    PAJAK TANGGUHAN

Perhitungan manfaat pajak penghasilan tangguhan untuk tahun-tahun yang berakhir pada 31 Desember 2010 dan 2009 dengan menggunakan tarif pajak maksimum 30 %


14.   AKTIVA LAIN-LAIN

      Aktiva lain-lain terdiri dari: Jaminan Sewa Gedung & Lainnya                                              
       
15.    HUTANG USAHA
     
      Hutang Usaha meliputi :
                                                                                                                  
      Hutang Nasabah                                                                              
         Hutang Nasabah Kelembagaan                      
         Hutang Repo                                                                                    
         Perusahaan Efek                                                    
         LKP                                                                     
         Hutang Komisi





        
                       
16.    HUTANG PAJAK

         Hutang  Pajak terdiri dari :                                   
                                                                                       31 Maret 2011                31 Maret 2010
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                       
                                                                                                      Rp                                     Rp
      PPh pasal 21                                                                622.919.382                     253.465.449
         PPh pasal 23                                                                197.324.870                       84.210.158
        PPh pasal 26                                                                  70.963.610                       53.473.746
         PPh Final                                                                       55.507.396                     371.652.990
         PPn                                                                           4.288.406.442                  2.735.300.981
         PPh pasal 29                                                             8.247.958.657                  1.663.387.250
         PPh pasal 25                                                                681.345.994                     363.578.372
                                                                                                                                                                                                             
      Jumlah                                                                     14.164.426.351            5.525.068.946
     

17.    HUTANG  JANGKA PENDEK LAINNYA

Hutang jangka pendek lainnya terdiri dari : Hutang Lain - lain , Promissory Notes                             
                                                                                                                   

18.         BIAYA MASIH HARUS DIBAYAR

     Biaya masih harus dibayar , terdiri dari :
        Levy & PPH BEJ                                                     
      Lain-Lain                                                         

19.   MODAL SAHAM

        Komposisi pemegang saham untuk periode yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2011
        sebagai berikut:

                                                                                                               31 Maret 2011

            Pemegang Saham                                                 % Pemilikan                         Jumlah
                                                                                                                                                                                                             
      OSK Investment Bank Berhard                                 51.00                   Rp      52.041.000.000
      PT Ascend Unity Capital                                           41.16                             42.000.000.000
      PT Multidana Assetama                                               7.84                               8.000.000.000
                                                                                                                                                                                 
      Jumlah                                                                       100.00                   Rp   102.041.000.000
                                                                                                                                                          
                                                                                                    




20.    PENDAPATAN USAHA

         Akun ini merupakan pendapatan komisi atas jasa perantara pedagang efek dan pendapatan atas jasa penasehat keuangan yang dilakukan oleh Perusahaan.





























KEBIJAKAN DAN TUJUAN MANAJEMEN RESIKO KEUANGAN
Perusahaan telah mendokumentasikan kebijakan manajemen resiko keuangannya. Kebijakan yang ditetapkan merupakan strategi bisnis secara menyeluruh dan filosofi manajemen resiko. Keseluruhan strategi manajemen resiko Perusahaan ditujukan untuk meminimalkan pengaruh ketidak pastian yang dihadapi dalam pasar terhadap kinerja keuangan Perusahaan.
Perusahaan beroperasi di dalam negeri dan menghadapi berbagai resiko keuangan termasuk modal,harga pasar, suku bunga,kredit, dan likuiditas.
a. Resiko Modal
Perusahaan mengelola modal ditujukan untuk memastikan kemampuan Perusahaan melanjutkan usaha secara berkelanjutan dan memaksimumkan imbal hasil kepada pemegang saham melalui optimalisasi saldo hutang dan ekuitas. Untuk memelihara atau mencapai struktur modal yang optimal, Perusahaan dapat menyesuaikan jumlah pembayaran dividen,pengurangan modal, penerbitan saham baru atau membeli kembali saham beredar, mendapat pinjaman baru atau menjual aset untuk mengurangi pinjaman aman.
Perusahaan juga diwajibkan untuk memelihara persyaratan minimum modal kerja bersih disesuaikan untuk perusahaan efek yang beroperasi sebagai perantara pedagang efek dan penjamin emisi sebesar 25 miliar. Untuk mengatasi resiko ini, Perusahaan terus mengevaluasi tingkat kebutuhan modal kerja berdasarkan peraturan dan memantau perkembangan peraturan
tentang modal kerja bersih yang disyaratkan dan mempersiapkan peningkatan batas minimum yang diperlukan sesuai peraturan yang mungkin terjadi dari waktu ke waktu dimasa datang.
Perusahaan juga diwajibkan untuk mempunyai modal disetor diatas ketentuan yang ditetapkan oleh Keputusan Menteri Keungan No.153/PMK.010/2010 tentang kepemilikan saham dan permodalan Perusahaan Efek.
b. Resiko Harga Pasar
Eksposur Perusahaan terhadap resiko harga pasar terutama muncul dari counterparty yang gagal memenuhi kewajibannya atau melalui kesalahan perdagangan dan kesalahan lainya.
Dalam transaksi perdagangan di bursa,Perusahaan bertindak sebagai principal dan kemudian menovasi kontrak tersebut ke nasabah. Kegagalan nasabah menerima perdagangan akan menyebabkan perusahaan terkena resiko pasar.
c. Resiko suku bunga
Resiko suku bunga arus kas adalah resiko arus kas di masa dating atas intrumen keuangan akan berfluktuasi karena perubahan suku bunga pasar.Nilai wajar risiko suku bunga adalah risiko nilai wajar instrumen keuangan akan berfluktuasi karena perubahan suku bunga pasar. Perusahaan dihadapkan pada berbagai risiko terkait dengan fluktuasi suku bunga pasar.
Aset dan kewajiban keuangan yang berpotensi terpengaruh resiko suku bunga terutama terdiri dari deposito berjangka, piutang, hutang marjin dan pinjaman dari lembaga keuangan.Perusahaan memonitor perubahan suku bunga pasar untuk memastikan suku bunga Perusahaan sesuai dengan pasar. Perusahaan belum melakukan lindung nilai yang efektif untuk pinjaman yang suku bunganya mengambang.
d. Resiko Kredit
Risiko kredit timbul dari risiko kegagalan dari counterparty atas kewajiban kontraktual yang mengakibatkan kerugian keuangan kepada Perusahaan.Perusahaan tidak memiliki resiko konsentrasi kredit yang signifikan.Perusahaan memiliki kebijakan untuk memastikan bahwa perdagangan dengan nasabah yang mempunyai catatan kredit yang baik. Divisi kredit menetapkan batas kredit dan tingkat jaminan untuk klien. Eksposur resiko kredit Perusahaan berkaitan dengan kegiatan broker saham teasosiasi pada posisi kontraktual nasabah yang muncul pada saat perdagangan. Dengan demikian, Perusahaan memerlikan jaminan untuk mengurangi resiko tersebut. Jenis instrument diterima Perusahaan atas jaminan tersebut dapat berupa kas dan efek yang tercatat di Bursa.
Klasifikasi utama aset keuangan perusahaan adalah kas dan setara kas, deposito berjangka, piutang Lembaga kliring dan Penjaminan, piutang Perusahaan Efek, piutang nasabah dan piutang lain – lain. Perusahaan menempatkan dana di lembaga keuangan yang bereputasi (Catatan 6).
e.Resiko Likuiditas
Manajemen telah membentuk kerangka kerja manajemen resiko likuiditas untuk pengelolaan dana jangka pendek, menengah dan jangka panjang. Perusahaan mengelola resiko likuiditas dengan mempertahankan cadangan yang memadai, fasilitas perbankan dan fasilitas pinjaman, dengan terms memantau rencana dan realisasi arus kas dengan cara pencocokkan profil jatuh tempo aset keuangan dan kewajiban keuangan.









DAFTAR PUSTAKA




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

mohon komentarnya untuk mengembangkan blog ini. terima kasih